Sudah tahu dibohongi kita malah mentertawakan
Yang dungu itu kita ,
sudah tahu di curangi tapi mengalah saja.
Yang dungu itu kita,
Hak hak rakyat dirampas, kekayaan alam diperas, yang lemah ditindas
Kita masih biasa biasa saja.
Yang dungu itu kita
Berjuta orang datang pencari kerja mengganti posisi kita, kita cuma terpana menontonnya.
Yang dungu itu kita,
Harga harga menggila,
Naikan pajak seenaknya
Kita bilang : apa boleh dikata.
Yang dungu itu kita
Aset aset negara yang bertahun lamanya kita rawat bersama, dijarah dirampok atas nama kuasa,
Dan kita lihat dengan mata kepala ,
Tapi kita hanya bilang: "dasar rampok!"setelah itu tak berbuat apa apa.
Yang dungu itu kita,
Berpuluh juta rakyat menganggur karena sulit mata pencahariannya.
Berpuluh juta lagi kelaparan miskin papa.
Ibu ibu menahan sedih karena tak mampu lagi belanja,
Kita cuma berisik di jagad sosmed saja.
Yang dungu itu kita
Jati diri bangsa dengan cara halus dan teramat halus sedang dikuliti lalu akan diganti dengan Baju yang lebih seksi.
Kita malah menyerahkan diri sambil berbisik" telanjangi aku " asal jangan kau sakiti.
Yang dungu itu kita
Tubuh kita sudah sakit semua, karena pukulan bertubi-tubi ,ditikam tikam hingga terluka.
Kita benar benar dungu
Karena kita serahkan kepala kita untuk ditinju juga.
Yang dungu itu kita
Negeri ini darurat penjajah
Persatuan warganya dipecah belah.
Tenggang rasa,Tepo seliro guyub rukun, pun hilang musnah,
Menjadi barang mewah.
Jangankan dengan orang lain keyakinan. Dengan orang yang menyembah tuhan yang sama saja saling persekusi, gontok-gontokan ,meng klaim benar sendiri.
Saling taawun saling tasamuh, hanya jargon yang usang dalam keranjang sampah.
Itu karena tabiat kuasa rakus,tamak, serakah yang sengaja diciptakan untuk meninabobokan agar mereka menggarong lebih nyaman dengan hasil berkelimpahan.
Yang dungu itu kita
Kita tepuk tangan gempita,sambil mencoba mengerti kepura putaran kita melepas perahu bangsa
Meninggalkan dermaga
Bersama putusnya tali pita
Entah akan berlabuh dimana.
Yang dungu itu kita
Telah sirnakah jiwa jiwa kesatria.darah titisan para perwira mengawal persada hingga merdeka.
Berganti sumpah serapah,caci maki, umpatan yang tak mengubah keadaan dan hanya menambah dungu saja.
Sementara yang dungu sebenarnya tertawa tawa
Puas karena semua telah dilahapnya.
Yang dungu itu kita
Kita sudah babak belur dan tak punya apa2 kmd diterjang teror corona yg kmd di ubah jadi bencana
Apakah kita masih diam saja?
*Penyakit Dunggu itu menular* ‼ðŸ˜✊
Yang dungu itu kita ,
sudah tahu di curangi tapi mengalah saja.
Yang dungu itu kita,
Hak hak rakyat dirampas, kekayaan alam diperas, yang lemah ditindas
Kita masih biasa biasa saja.
Yang dungu itu kita
Berjuta orang datang pencari kerja mengganti posisi kita, kita cuma terpana menontonnya.
Yang dungu itu kita,
Harga harga menggila,
Naikan pajak seenaknya
Kita bilang : apa boleh dikata.
Yang dungu itu kita
Aset aset negara yang bertahun lamanya kita rawat bersama, dijarah dirampok atas nama kuasa,
Dan kita lihat dengan mata kepala ,
Tapi kita hanya bilang: "dasar rampok!"setelah itu tak berbuat apa apa.
Yang dungu itu kita,
Berpuluh juta rakyat menganggur karena sulit mata pencahariannya.
Berpuluh juta lagi kelaparan miskin papa.
Ibu ibu menahan sedih karena tak mampu lagi belanja,
Kita cuma berisik di jagad sosmed saja.
Yang dungu itu kita
Jati diri bangsa dengan cara halus dan teramat halus sedang dikuliti lalu akan diganti dengan Baju yang lebih seksi.
Kita malah menyerahkan diri sambil berbisik" telanjangi aku " asal jangan kau sakiti.
Yang dungu itu kita
Tubuh kita sudah sakit semua, karena pukulan bertubi-tubi ,ditikam tikam hingga terluka.
Kita benar benar dungu
Karena kita serahkan kepala kita untuk ditinju juga.
Yang dungu itu kita
Negeri ini darurat penjajah
Persatuan warganya dipecah belah.
Tenggang rasa,Tepo seliro guyub rukun, pun hilang musnah,
Menjadi barang mewah.
Jangankan dengan orang lain keyakinan. Dengan orang yang menyembah tuhan yang sama saja saling persekusi, gontok-gontokan ,meng klaim benar sendiri.
Saling taawun saling tasamuh, hanya jargon yang usang dalam keranjang sampah.
Itu karena tabiat kuasa rakus,tamak, serakah yang sengaja diciptakan untuk meninabobokan agar mereka menggarong lebih nyaman dengan hasil berkelimpahan.
Yang dungu itu kita
Kita tepuk tangan gempita,sambil mencoba mengerti kepura putaran kita melepas perahu bangsa
Meninggalkan dermaga
Bersama putusnya tali pita
Entah akan berlabuh dimana.
Yang dungu itu kita
Telah sirnakah jiwa jiwa kesatria.darah titisan para perwira mengawal persada hingga merdeka.
Berganti sumpah serapah,caci maki, umpatan yang tak mengubah keadaan dan hanya menambah dungu saja.
Sementara yang dungu sebenarnya tertawa tawa
Puas karena semua telah dilahapnya.
Yang dungu itu kita
Kita sudah babak belur dan tak punya apa2 kmd diterjang teror corona yg kmd di ubah jadi bencana
Apakah kita masih diam saja?
*Penyakit Dunggu itu menular* ‼ðŸ˜✊